skip to main |
skip to sidebar
RSS Feeds
Even in the darkest night there always stars shining
Even in the darkest night there always stars shining
4:36 PM
Posted by Akfhan Chiliez
Bismillahirrahmanirrahim
“Innallaha la Yughaiyiru ma bi Qoumin Hatta Yughaiyyiru ma bi Anfusihim”
Hingga saat ini mungkin kita masih banyak menemukan orang-orang di sekitar kita yang merasa mereka menjadi korban dari hidup hingga harus bertahan atau menderita dengan apa yang dihasilkan oleh lingkungan di sekitarnya. Menggerutu dan mengutuk karena hal-hal buruk yang sepenuhnya bukan di hasilkan oleh dirinya sendiri hingga akhirnya harus mencoba melawan penderitaan dan kesusahan yang tidak mereka sadari kalau sebenarnya mereka sendirilah yang membuat diri mereka menderita. Di tambah dengan kondisi yang kian memburuk, maka jumlah orang-orang seperti ini pun terus bertambah dan menghantui mereka yang sebenarnya sudah hidup nyaman, makmur, santai tapi masih takut kalau-kalau sutau hari nanti mereka kehilangan segalanya yang mereka miliki.
Atau mungkin jangan-jangan kita adalah salah satu dari orang-orang di atas ?
Iya atau tidak jawabannya, yang jelas kita harus segera berhenti hidup dalam kelalaian/keteledoran dan mulai hidup dengan perencanaan “stop living by default and start live by design”. Karna itu untuk betul-betul memahami apa yang menghentikan dan menghadang kita dari menggunakan kemampuan potensial yang telah Allah berikan kepada kita, kita harus terlebih dahulu tahu seperti apa saja mereka yang hidup dalam keteledoran dan kelalaian itu dan mungkin kebanyakan dari kita malah hidup dalam kelalaian itu sendiri. Na’udzubillah !
Banyak contoh tapi untuk sederhananya yaitu mereka yang gagal untuk menjadikan hidup mereka seperti apa yang mereka inginkan dan mereka pun enggan untuk berbuat apa saja apalagi mengambil resiko untuk membuat sesuatu seperti yang diinginkan. Ok manusia hanya bisa berusaha dan Allah tetap yang menentukan. Disini kita punya pilihan, Be-rusaha atau Di-tentukan (well sebenarnya itu bukan murni sebuah pilihan) tapi bukankah kita sebagai manusia bertanggungjawab atas apa yang kita usahakan dan tidak untuk apa yang dihasilkan, Insyallah apa yang Allah tentukan sesuai dengan apa yang telah kita usahakan. Dan orang yang live by default juga cenderung menerima sesuatu apa adanya atau membiarkannya mengalir seperti air, dan ingat ya kalau air itu pasti mengalirnya ke bawah atau ke tempat yang lebih rendah. So, masih mau bilang “aah.. let it flow as water aja !”. Tawakkal memang baik dan di anjurkan tapi tidak sebelum berdo’a dan berusaha. Dan hidup dalam kelalaian yang paling mendasar menurut saya adalah orang yang selalu merasa dirinya terus-menerus hanya menjadi korban seperti di atas tadi.
8:07 AM
Posted by Akfhan Chiliez
8:02 AM
Posted by Akfhan Chiliez
dan jika hidup itu bagaikan lukisan maka guratan awal kuas sangat menentukan atau jikakalau hidup itu adalah alunan musik maka intro adalah bagian yang ngga kalah penting.
Sebuah langkah awal dalam hidup sangatlah berarti dan harus benar-benar baik dan benar paling tidak, walaupun tidak sempurna. Terlalu banyak yang jatuh dan putus asa di awal-awal permulaan langkahnya, entah kenapa tapi memang kadang-kadang permulaan itu tidak bagitu gampang dan semudah yang di bayangkan.
Kita boleh saja memfokuskan impian kita pada hal tertentu, tujuan kita pada satu arah dan jalan kita pada satu jalur. Tapi sadarlah bahwa bumi itu sangat luas, nikmat dan pertolongan Allah pun tiada batas, maka ketika gagal dalam mengawali sebuah langkah cobalah berputar untuk mencari jalan lain yang bisa ditempuh walaupun harus sedikit berbelok.
Untuk mendapatkan apa yang di inginkan memang tidak harus selalu melakukan segala sesuatu secara sempurna tapi yang terpenting lakukan saja dengan benar !
Tidak ada jalan yang terlalu panjang untuk dilalui,
Tidak ada beban yang terlalu berat untuk diangkat,
Tidak ada masalah yang terlalu sulit untuk diselesaikan,
Semua hanya tentang bagaimana langkah awalnya dan terbiasa dengannya.
12:18 PM
Posted by Akfhan Chiliez
Kehidupan kita sangatlah berwarna-warni. Selalu saja ada hal yang dilakukan setiap saat. Our lives are so busy. Kita bertemu banyak orang, dan terkadang harus melakukan hal-hal yang bersifat mendadak. Yes, our lives are full of people and things to do. Our days are chaotic and confusing trying to get it all done. Dan inilah permasalahan yang selalu muncul di dalam fase kehidupan manusia. Seringkali kita merasa kalau waktu itu sangatlah sedikit, sehingga kita merasa segala sesuatu hal yang kita kerjakan tidak akan pernah bisa selesai tepat waktu. Tapi sebenarnya, waktu tidak akan pernah bisa disalahkan, karena waktu tidak akan pernah berhenti berputar. Mereka akan terus berjalan dan sudah tidak dapat diubah lagi, bagaimanapun caranya. Dan kalau kita merasa waktu yang mengubah segala sesuatu yang sudah kita rencanakan, itu bukanlah sesuatu yang benar. Karena sesungguhnya, manusia-lah yang mengubah waktu. Tidak semua orang bisa mengatur segala sesuatu nya dengan baik dan teratur. Bahkan, saking sibuknya, dan terlalu banyak hal yang harus diurus dan dilakukan, sampai-sampai kita lupa dengan diri kita sendiri. We know we need our own personal space. We ache to get away.